semangat infaq. KOGNITIF TOOL CORELDRAW

/ Minggu, 03 Januari 2010 /
RAJINLAH Infaq
untuk hari akhirat

kumpulan foto tugas pak wahono

/ /
http://www.slideshare.net/guesta4b244a/menjaga-kebersihan

memasukkan power point kedalam blog

/ Jumat, 01 Januari 2010 /
cara Menyisipkan Presentasi Power Point ke dalam blog

* Mendaftar di www.slideshare.net
* siapkan presentasi PowerPoint
* Upload powerpoint ke slideshare.net
caranya Upload file dari komputer anda, isikan title selanjutnya klik upload pada bagian terbawah dari halaman
* selanjutnya, Lihat kode “embed in web page”
atau lebih mudahnya klik kanan dan pilih copi link
* Salin linkny tadi dan kopikan ke post dalam blog anda

LANGKAH MENDAFTAR DI SLIDESHARE.NET
- BUKA Slideshare.net
- isikan biodata anda
- Pendaftaran Selesai dan Cek Email

selamat mencoba

**di ambil dari berbagai sumber


buat temenku FAI '07
yang buka ini
tolong kasih komentar dan daftar jadi pengikut hehe

game media pembelajaran

/ Rabu, 30 Desember 2009 /
http://www.slideshare.net/muhammadtajuddin/game-tugas-media-belajar
/ /

piranti kognitif tidak boleh digunakan dalam ujian????

/ Minggu, 06 Desember 2009 /

MENGAPA PIRANTI KOGNITIF KETIKA UJIAN TIDAK BOLEH DIGUNAKAN?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas maka perlu adanya kita memahami apa itu belajar, pembelajaran, dan evaluasi belajar karena ketiga masalah ini penting sekali untuk kita kaji agar pembahasan kita tentang masalah ini terselesaikan...

Bila kita menilik dari pengertian belajar. Maka kita mendapati bahwa belajar dari kata dasar AJAR yang berarti melakukan suatu pekerjaan yang membuat orang tak tau menjadi tahu...!!di tambah imbuhan bel, menjadi belajar yang berarti suatu kegiatan yang menimbulkan suatu hasil yaitu kemapuan dan pengetahuan. Maka dalam suasana pembelajaran dibutuhkan berbagai macam piranti kognitif yang mendukung suasana belajar, sehingga siswa mampu mencerna pelajaran yang disampaikan.

Pembelajaran pada dasarnya merupakan aktivitas mengaktifkan, menyentuhkan, mempertautkan; menumbuhkan, mengembangkan, dan membentuk pemahaman melalui penciptaan kegiatan, pembangkitan penghayatan, internalisasi, proses penemuan jawaban pertanyaan, dan rekonstruksi pemahaman melalui refleksi yang berlangsung secara dinamis. Dalam proses pembelajaran ini piranti kognitif masih bisa digunakan, karena dengan keberadaan piranti kognitif, proses pembelajaran semakin efektif dan efisien. Dalam proses ini piranti mempu membantu pemahaman peserta didik dengan mudah. Dan hukum penggunaan piranti kognitif menurut saya wajib hukumnya.

Evaluasi belajar menurut Asmawi Zainul dan Noehi Nasution adalah pengukuran sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas, sedangkan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. (http://gurupai.blogspot.com/2009/12/kenapa-piranti-kognitif-tidak-boleh.html). Tujuan dari evaluasi belajar adalah untuk mendeskripsikan kemampuan belajar siswa, mengetahui tingkat keberhasilan PBM, menentukan tindak lanjut hasil penilaian, dan memberikan pertanggung jawaban. Sudah jelas bahwasanya evaluasi belajar bertujuan untuk mengetahui seberapa berhasil proses pembelajaran.

Kita mengetahui bahwa penggunaan piranti kognitif lebih ditekankan untuk membantu suasana pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Akan tetapi konteks penggunaan piranti kognitif berbeda apabila diterapkan dalam evaluasi belajar karena tujuan efaluasi belajar untuk mengetahui seberapa jauh siswa memahami pelajaran yang telah diberikan. Maka penggunaan piranti kognitif dalam evaluasi belajar dapat merusak keotentikan data yang diperoleh dari evaluasi tersebut. Sehingga pelarangan penggunaan piranti kognitif dalam evaluasi belajar sangat wajar.

/ Sabtu, 05 Desember 2009 /
Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.

***

Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.
Sahabat, tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.

ps. “Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.”

(Hilman, Lupus I)

 
Copyright © 2010 sialim, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger